Tanaman hias terlihat seperti barang yang cukup mudah dipindahkan. Selama potnya tidak pecah dan daunnya tidak patah, sekilas tidak ada persoalan besar. Kenyataannya justru sebaliknya. Tanaman bukan benda mati yang kondisinya tetap selama perjalanan. Ia terus mengalami perubahan, bahkan ketika berada di dalam kemasan.
Hal tersebut membuat rencana kirim barang dari Indonesia ke Jepang berbeda secara mendasar dari mengirim barang rumah tangga. Tanaman memiliki akar, batang, daun, media tanam, dan kebutuhan lingkungan. Semua bagian tersebut saling berhubungan. Gangguan pada salah satunya dapat memengaruhi kondisi keseluruhan tanaman.
Namun sebelum membicarakan cara membawa tanaman, ada satu hal yang jauh lebih penting: tanaman hidup tidak otomatis dapat dikirim hanya karena secara fisik bisa dimasukkan ke dalam paket. Pengiriman tanaman lintas negara juga berkaitan dengan persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan. Karena itu, kelayakan pengirimannya perlu dipastikan terlebih dahulu berdasarkan jenis tanaman dan kondisi pengirimannya.
Tanaman tidak berhenti "bekerja" selama perjalanan
Barang biasa dapat diletakkan di gudang selama beberapa hari tanpa mengalami perubahan berarti. Tanaman tidak demikian.
Daun tetap melakukan proses biologis, akar tetap berada dalam kondisi tertentu, dan tanaman tetap merespons lingkungan di sekitarnya. Ketika tanaman dipindahkan dari Indonesia menuju Jepang, perubahan suhu, cahaya, kelembapan, dan lama perjalanan dapat menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
Tanaman yang terlihat sehat ketika meninggalkan rumah belum tentu terlihat sama setelah perjalanan panjang.
Ada tanaman yang cukup tahan terhadap perubahan kondisi, sementara jenis lain jauh lebih sensitif. Tanaman dengan daun tipis, misalnya, dapat menunjukkan perubahan lebih cepat dibandingkan tanaman yang memang terbiasa menghadapi kondisi lingkungan yang lebih keras.
Karena itu, memilih tanaman yang akan dikirim bukan hanya soal tanaman mana yang paling disukai. Kondisi tanaman saat akan berangkat juga penting.
Tanaman yang sedang sakit, mengalami serangan hama, atau baru saja mengalami perubahan besar pada media tanam tentu berada dalam situasi berbeda dengan tanaman yang sehat dan stabil.
Potnya sendiri bisa menjadi persoalan
Menariknya, masalah pengiriman tanaman sering kali justru dimulai dari pot.
Pot keramik atau pot tanah liat relatif berat dan dapat pecah apabila mengalami benturan. Pot plastik memang lebih ringan, tetapi bentuk dan ukurannya tetap memengaruhi keseluruhan paket.
Jika tanaman cukup besar, bagian atas tanaman dapat jauh lebih lebar daripada bagian bawahnya. Akibatnya, sebuah paket yang tampak kecil dari sisi pot bisa membutuhkan ruang lebih besar karena ukuran tajuk tanaman.
Ada pula persoalan media tanam. Tanah atau media yang berada di dalam pot bukan sekadar benda mati yang bisa diperlakukan seperti isi kardus biasa. Ketika pot berubah posisi, media dapat bergeser dan memengaruhi posisi akar.
Karena itu, tanaman tidak bisa dipandang sebagai satu benda tunggal. Ada tanaman di atas, pot di bawah, dan media yang menghubungkan keduanya.
Setiap bagian memiliki kebutuhan yang berbeda.
Tanaman yang baru dibeli belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk perjalanan
Seseorang mungkin membeli tanaman hias di Indonesia pada pagi hari, kemudian mendapatkan ide untuk mengirimkannya kepada keluarga di Jepang. Secara spontan, tanaman tersebut terlihat seperti kandidat yang sempurna karena masih segar dan indah.
Tetapi tanaman baru dibeli bukan berarti otomatis siap melakukan perjalanan jauh.
Tanaman bisa saja baru dipindahkan pot, baru mengalami perubahan lokasi, atau baru mendapatkan perlakuan tertentu dari penjual. Kondisi tersebut berbeda dengan tanaman yang sudah lama tumbuh stabil di tempatnya.
Dalam pengiriman lintas negara, semakin banyak perubahan yang dialami tanaman dalam waktu singkat, semakin penting mempertimbangkan kondisi keseluruhannya.
Tanaman juga perlu diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat serangga, penyakit, atau bagian yang rusak. Pemeriksaan seperti ini bukan sekadar untuk menjaga tanaman tetap cantik, tetapi juga berkaitan dengan persoalan karantina ketika membawa material tanaman ke negara lain.
Untuk Jepang, persyaratan mengenai tumbuhan dan produk tanaman perlu diperiksa melalui otoritas resmi sebelum pengiriman karena ketentuannya dapat berbeda berdasarkan jenis dan kondisi tanaman.
Tanaman dan barang mati mempunyai definisi perjalanan yang berbeda
Ketika mengirim meja dari Indonesia ke Jepang, meja akan tetap menjadi meja selama perjalanan. Pada tanaman, istilah "sampai dengan selamat" mempunyai arti yang lebih kompleks.
Tanaman mungkin sampai tanpa pot pecah, tetapi daunnya layu. Atau seluruh bagian luar terlihat baik, tetapi kondisi akar terganggu.
Karena itu, kondisi tanaman setelah tiba tidak cukup dinilai hanya dari penampilannya selama beberapa detik pertama.
Penerima mungkin perlu memberikan waktu bagi tanaman untuk kembali beradaptasi setelah dikeluarkan dari perjalanan. Namun bentuk perawatan setelah tiba tentu bergantung pada jenis tanaman dan kondisinya.
Hal ini berbeda dengan membuka kardus berisi pakaian. Pakaian bisa langsung dilipat kembali ke lemari. Tanaman justru membutuhkan perhatian lanjutan setelah perjalanan selesai.
Jangan sampai keinginan mempertahankan kelembapan malah menjadi masalah
Ada anggapan bahwa tanaman harus selalu diberi air sebanyak mungkin sebelum dikirim supaya tidak kekurangan air selama perjalanan.
Pendekatan seperti itu tidak bisa diterapkan secara sembarangan.
Kondisi media yang terlalu basah dan lingkungan tertutup dalam waktu lama dapat menciptakan persoalan tersendiri. Sebaliknya, tanaman tertentu memang mempunyai kebutuhan air yang berbeda dari tanaman lainnya.
Tidak ada satu perlakuan yang cocok untuk semua tanaman hias.
Jenis tanaman, ukuran pot, kondisi akar, kondisi media, serta perkiraan perjalanan semuanya dapat memengaruhi keputusan. Karena itu, perlakuan sebelum pengiriman sebaiknya tidak hanya berdasarkan asumsi bahwa "semakin banyak air semakin aman".
Hal yang sama berlaku pada daun. Tanaman dengan tajuk lebat mungkin membutuhkan perlindungan berbeda dengan tanaman yang bentuknya lebih ramping. Memaksa semua daun masuk ke ruang sempit justru dapat menyebabkan kerusakan fisik.
Bagaimana dengan tanaman yang dikirim tanpa pot?
Tanaman tanpa pot mungkin terlihat lebih mudah dikemas karena ukuran keseluruhan dapat dibuat lebih ringkas. Tetapi situasinya juga memiliki persoalan sendiri, terutama pada bagian akar.
Akar bukan sekadar bagian tanaman yang harus ikut dibawa. Kondisinya berkaitan langsung dengan kemampuan tanaman untuk kembali tumbuh setelah tiba.
Karena itu, pengiriman tanaman tanpa media atau dengan bentuk tertentu tidak bisa disamakan dengan mengirim barang kering. Perlakuannya harus mengikuti karakter tanaman dan ketentuan karantina yang berlaku.
Ini juga menjadi alasan mengapa informasi mengenai nama dan jenis tanaman sangat penting. Sebelum membicarakan pengiriman, identitas tanaman perlu diketahui dengan jelas.
Tanaman yang namanya hanya dikenal dengan sebutan lokal dapat menimbulkan kebingungan ketika harus diperiksa berdasarkan jenisnya.
Setelah sampai di Jepang, perjalanan sebenarnya belum selesai
Tanaman yang berhasil tiba di Jepang bukan berarti langsung kembali ke kondisi normal.
Penerima perlu memeriksa kondisi daun, batang, akar jika dapat dilihat, serta media atau potnya. Jika tanaman mengalami perubahan selama perjalanan, kondisinya perlu diamati sebelum langsung diberikan perlakuan tambahan.
Yang tidak kalah penting adalah lokasi penempatannya. Tanaman yang baru berpindah dari lingkungan Indonesia ke Jepang sedang menghadapi lingkungan yang berbeda. Kondisi suhu dan cahaya di tempat baru dapat memengaruhi respons tanaman.
Pada akhirnya, mengirim tanaman hias dari Indonesia ke Jepang memang berbeda dari hampir semua barang lainnya. Kita tidak sedang mengirim benda yang hanya perlu tetap utuh. Kita sedang memindahkan makhluk hidup yang terus mengalami proses biologis sepanjang perjalanan.
Itulah sebabnya pertanyaan pertama bukan selalu "bagaimana cara memasukkannya ke dalam paket?", melainkan "apakah tanaman ini memang dapat dan layak dibawa ke Jepang dalam kondisi seperti ini?"
Setelah pertanyaan tersebut terjawab, barulah persoalan berikutnya menjadi masuk akal. Karena untuk tanaman, keberhasilan pengiriman bukan hanya ketika paket sampai di Jepang, tetapi ketika tanaman tersebut masih mempunyai kesempatan untuk melanjutkan hidup di tempat barunya.

Komentar
Posting Komentar