Saat ingin mengirim makanan dari Indonesia ke Jepang, orang biasanya lebih fokus pada pertanyaan “boleh dikirim atau tidak?”
Padahal ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting:
“Bagaimana kondisi makanan tersebut selama perjalanan?”
Makanan kering, makanan basah, dan makanan beku memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, cara menyiapkannya sebelum dikirim juga tidak bisa disamakan.
1. Makanan kering
Makanan kering biasanya lebih praktis untuk dikemas karena tidak memiliki banyak kandungan cairan.
Contohnya makanan ringan, bumbu kering, mi instan, kerupuk, atau produk makanan lain yang memang dipasarkan dalam kondisi kering.
Meski begitu, tetap perhatikan kemasannya. Makanan kering yang berada dalam plastik tipis dapat hancur atau kemasannya robek jika tertindih barang lain.
Jadi, “kering” bukan berarti bebas dari risiko kerusakan.
2. Makanan dengan kandungan cairan
Makanan seperti saus, sambal, bumbu cair, atau produk dalam kemasan berisi cairan membutuhkan perhatian lebih pada bagian kemasannya.
Masalah terbesar bukan hanya apakah produknya dapat dikirim, tetapi juga bagaimana mencegah kebocoran selama perjalanan.
Satu kemasan yang bocor bisa membuat produk lain ikut terkena cairan.
Karena itu, kondisi tutup, segel, dan kemasan luar perlu diperhatikan sebelum dimasukkan ke dalam kardus.
3. Makanan beku
Makanan beku memiliki persoalan yang berbeda.
Produk yang membutuhkan suhu tertentu tidak bisa diperlakukan seperti makanan kering yang cukup dimasukkan ke dalam kardus.
Selama perjalanan kirim makanan ke Jepang, kondisi suhu dapat berubah. Karena itu, makanan yang memang membutuhkan rantai dingin harus mempertimbangkan metode pengiriman dan fasilitas penyimpanannya.
Tidak cukup hanya mengatakan, “di rumah memang biasanya disimpan di freezer.”
Cara penyimpanan di rumah belum tentu dapat diterapkan selama perjalanan internasional.
Jadi, mana yang paling mudah?
Tidak ada satu jenis makanan yang bisa disebut paling mudah hanya berdasarkan bentuknya.
Yang perlu dilihat adalah:
- jenis makanannya,
- bahan yang digunakan,
- kondisi kemasan,
- kebutuhan penyimpanan,
- lama perjalanan,
- dan ketentuan di negara tujuan.
Makanan yang terlihat sederhana pun tetap perlu diperiksa sebelum dikirim.
Jangan hanya memikirkan saat paket berangkat
Kesalahan yang sering terjadi adalah melihat kondisi makanan ketika masih berada di rumah.
Padahal perjalanan menuju Jepang bisa memakan waktu dan paket akan mengalami proses pemindahan beberapa kali.
Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya:
“Apakah makanan ini aman dimasukkan ke kardus?”
Tetapi juga:
“Apakah makanan ini tetap berada dalam kondisi yang sesuai sampai tiba di Jepang?”
Dengan membedakan karakter makanan sejak awal, proses persiapan pengiriman dapat dilakukan dengan lebih hati-hati dan risiko kerusakan selama perjalanan bisa diminimalkan.
.png)
Komentar
Posting Komentar